Judul Berita

Kebijakan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia mengamanatkan kepada setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan tri dharma, yaitu dharma pendidikan, dharma penelitian, dan dharma pengabdian. Tiga dharma itu harus dilaksanakan secara terpadu dan utuh.


Dharma pendidikan diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan program studi – program studi sesuai minat dan disiplin keilmuan yang dibutuhkan masyarakat. Dharma penelitian diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan dharma pengabdian diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat.


Untuk mewujudkan tri dharma tersebut, selain program studi, setiap perguruan tinggi juga diwajibkan memiliki lembaga penelitian dan pengabdian. Tugas pokok dan fungsi lembaga penelitian dan pengabdian adalah melaksanakan dharma penelitian dan dharma pengabdian perguruan tinggi.


Berdasarkan kebijakan tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya mendirikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) dengan menggabungkan Lembaga Penelitian (Lemlit) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Nomor : 49/III.B/SK.Rek/III/2005.


LPPM UMSurabaya didirikan dengan tugas pokok mewujudkan visi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sepiritualitas (ipteks), serta menerapkan iptkes tersebut melalui kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menjalankan tugas pokok tersebut, LPPM UMSurabaya mendesain strategi pengembangan riset dan pengabdian yang terintegrasi dengan kebijakan internal universitas, dan kebijakan eksternal dari pemerintah, lembaga donor, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan mitra-mitra strategis lainnya.


Di lingkup internal, LPPM UMSurabaya mengfasilitasi dosen dan mahasiswa mengembangkan kegiatan-kegiatan riset dan pengabdian dengan menyediakan setimulus pembiayaan. LPPM juga menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai media bagi mahasiswa dan dosen mengabdikan ilmu dan kepakarannya untuk memajukan kehidupan masyarakat.


Di lingkup eksternal, LPPM mengfasilitasi dosen dan mahasiswa mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian melalui pembiayaan dari program pemerintah. Dari kementrian pendidikan dan kebudayaan, program yang pernah diraih dosen dan mahasiswa antara lain: Penelitian Dosen Muda, Kajian Wanita, Hibah Bersaing, Hibah Kompetensi Fundamental, Strategi Nasional, Pekerti, Hibah Buku Ajar, Hibah Buku Teks, serta beberapa program pengabdian. Dari kementrian riset dan teknologi, program yang pernah diraih adalah pendirian sentra HAKI. Dari kementrian kelautan, program yang pernah diraih antara lain pemberdayaan masyarakat pesisir. Kementrian agama, program S1 guru sekolah diniyah. Kkementrian perdagangan, program kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, LPPM juga mengafalitasi dosen memperoleh program Posdaya dari Yayasan Damandiri.


Atas berbagai capaian tersebut, tahun 2010, Universitas Muhammadiyah Surabaya ditetapkan sebagai 1 dari 5 Perguruan Tinggi Berprestasi di Jawa Timur oleh Kopertis Wilayah VII. Untuk semakin meningkatkan kontribusi di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka tahun 2012, LPPM mencanangkan program perluasaan kemitraan (networking) pada level internasional. Kemitraan internasional semakin strategis karena seluruh bangsa sesungguhnya menghadapi persoalan yang sama, antara lain: ledakan demografi akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, krisis energi tak terbarukan, perubahan iklim, krisis ekonomi global, dan masalah kemanusiaan universal. Kemitraan pusat-pusat riset secara internasional diharapkan mampu menghasilkan pemecahan masalah terhadap isu-isu di atas.